Friday, 25 January 2013

Apa Itu Kearifan Lokal ?

Sebelum membahas pendapat saya mengenai kearifan lokal, lebih baik saya jelaskan apa arti dari kearifan lokal itu sendiri. Pasti diantara kalian para pembaca belum begitu mengerti apa sebenarnya yang dimaksud dengan kearifan lokal itu ? Apakah itu sebuah makanan ? Atau sebuah mainan ? yang jelas bukan keduanya. Karena pengertian kearifan lokal yang sebenarnya adalah sebagai berikut :

Kearifan lokal, terdiri dari dua kata yaitu kearifan (wisdom) atau kebijaksanaan dan lokal (local) atau setempat. Jadi kearifan lokal adalah gagasan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.

Menurut Gobyah nilai terpentingnya adalah kebenaran yang telah mentradisi atau ajeg dalam suatu daerah. Secara konseptual, kearifan lokal dan keunggulan lokal merupakan kebijaksanaan manusia yang bersandar pada filosofi nilai-nilai, etika, cara-cara dan perilaku yang melembaga secara tradisional.

Menurut Antariksa (2009), kearifan lokal merupakan unsur bagian dari tradisi-budaya masyarakat suatu bangsa, yang muncul menjadi bagian-bagian yang ditempatkan pada tatanan fisik bangunan (arsitektur) dan kawasan (perkotaan) dalam geografi kenusantaraan sebuah bangsa. Dari penjelasan beliau dapat dilihat bahwa kearifan lokal merupakan langkah penerapan dari tradisi yang diterjemahkan dalam artefak fisik. Hal terpenting dari kearifan lokal adalah proses sebelum implementasi tradisi pada artefak fisik, yaitu nilai-nilai dari alam untuk mengajak dan mengajarkan tentang bagaimana ‘membaca’ potensi alam dan menuliskannya kembali sebagai tradisi yang diterima secara universal oleh masyarakat, khususnya dalam berarsitektur. Nilai tradisi untuk menselaraskan kehidupan manusia dengan cara menghargai, memelihara dan melestarikan alam lingkungan. Hal ini dapat dilihat bahwa semakin adanya penyempurnaan arti dan saling mendukung, yang intinya adalah memahami bakat dan potensi alam tempatnya hidup; dan diwujudkannya sebagai tradisi.

Definisi kearifan lokal secara bebas dapat diartikan nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam suatu masyarakat. Hal ini berarti, untuk mengetahui suatu kearifan lokal di suatu wilayah maka kita harus bisa memahami nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam wilayah tersebut. Kalau mau jujur, sebenarnya nilai-nilai kearifan lokal ini sudah diajarkan secara turun temurun oleh orang tua kita kepada kita selaku anak-anaknya. Budaya gotong royong, saling menghormati dan tepa salira merupakan contoh kecil dari kearifan lokal.

Berdasarkan definisi-definisi di atas saya membuat definisi dengan pendapat saya sendiri. Menurut saya sendiri, kearifan lokal adalah sesuatu yang memiliki nilai-nilai budaya yang baik yang sebenarnya sudah diajarkan semenjak lama dari nenek moyang kita terdahulu. ^_^
»» READ MORE..

Prinsip-Prinsip Sosial Kemasyarakatan dan Pengaruhnya Terhadap Kemandirian Bangsa

Setuju ngga sih kalo kepribadian bangsa itu tercermin dari prinsip apa yang mau dianut dan dipakai  oleh masyarakat yang menghuni atau menduduki bangsa tersebut ? So, ini seperti peribahasa buah ngga akan jatuh jauh dari pohonnya, yang berarti kepribadian bangsa itu ya emang ga akan jauh-jauh dari sikap-sikap yang ada di masyarakatnya. Oke kalo cuma ngomongin sesuatu yang ngga penting seperti diatas mungkin kita ga akan ngerti, saya akan jelaskan salah satu prinsip masyarakat yang ada di dunia ini. Masyarakat Madani, kalian semua pasti udah sering denger kata-kata itu, yang pastinya di Pendidikan Kewarganegaraan. Setiap bangsa pasti ingin menggunakan prinsip masyarakat madani ini, Kenapa ?? yuk kita lihat Kenapa Prinsip Masyarakat Madani sangat diinginkan oleh bangsa-bangsa yang ada di dunia ini.

Pengertian Masyarakat Madani

Masyarakat Madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta masyarakat yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Itu tadi pengertian umum dari masyarakat madani, berikut ini ada beberapa pengertian masyarakat madani menurut para ahli :
  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, masyarakat madani adalah masyarakat yang menjunjung tinggi norma, nilai-nilai, dan hukum yang ditopang oleh penguasaan teknologi yang beradab, iman dan ilmu.
  • Menurut Syamsudin Haris, masyarakat madani adalah suatu lingkup interaksi sosial yang berada di luar pengaaruh negara dan model yang tersusun dari lingkungan masyarakat paling akrab seperti keluarga, asosiasi sukarela, gerakan kemasyarakatan dan berbagai bentuk lingkungan komunikasi antar warga masyarakat.
  • Menurut Nurcholis Madjid, masyarakat madani adalah masyarakat yang merujuk pada masyarakat Islam yang pernah dibangun Nabi Muhammad SAW di Madinah, sebagai masyarakat kota atau masyarakat berperadaban dengan ciri antara lain : egaliteran(kesederajatan), menghargai prestasi, keterbukaan, toleransi dan musyawarah.
  • Menurut Ernest Gellner, Civil Society atau Masyarakat Madani merujuk pada mayarakat yang terdiri atas berbagai institusi non pemerintah yang otonom dan cukup kuat untuk dapat mengimbangi Negara.
  • Menurut Cohen dan Arato, Civil Society atau Masyarakat Madani adalah suatu wilayah interaksi sosial diantara wilayah ekonomi, politik dan Negara yang didalamnya mencakup semua kelompok-kelompok sosial yang bekerjasama membangun ikatan-ikatan sosial diluar lembaga resmi, menggalang solidaritas kemanusiaan, dan mengejar kebaikan bersama (public good).
  • Menurut Muhammad AS Hikam, Civil Society atau Masyarakat Madani adalah wilayah-wilayah kehidupan sosial yang terorganisasi dan bercirikan antara lain kesukarelaan (voluntary), keswasembadaan (self-generating), keswadayaan (self-supporing),dan kemandirian yang tinggi berhadapan dengan negara, dan keterikatan dengan norma-norma dan nilai-nilai hukum yang diikuti oleh warganya.
  • Menurut M. Ryaas Rasyid, Civil Society atau Masyarakat Madani adalah suatu gagasan masyarakat yang mandiri yang dikonsepsikan sebagai jaringan-jaringan yang produktif dari kelompok-kelompok sosial yang mandiri, perkumpulan-perkumpulan, serta lembaga-lembaga yang saling berhadapan dengan negara.
Sedangkan Masyarakat Madani dalam Islam silahkan kalian baca dibawah ini.
Istilah masyaakat madani itu sebenarnya merujuk pada masyarakat Islam yang pernah dibangun nabi Muhammad di negeri Madinah. Perkataan Madinah dalam bahasa arab dapat dipahami dari dua sudut pengertian. Pertama, secara konvensional kata madinah dapat bermakna sebagai “kota”, dan kedua, secara kebahasaan dapat berarti “peradaban”; mskipun di luar ata “madaniyah” tersebut, apa yang disebut peradaban juga berpadanan dengan kata “tamaddun” dan “hadlarah”.

Sebelumnya, apa yang dikenal sebagai kota madinah itu adalah daerah yang bernama Yatsrib. Nabi-lah yang kemudian mengubah namanya menjadi Madinah, setelah hijrah ke kota itu. Perubahan nama Yatsrib menjadi Madinah pada hakikatnya adalah sebuah proklamasi untuk mendirikan dan membangun masyarakat berperadaban di kota itu. Dasar-dasar masyarakat madani inilah, yang tertuang dalam sebuah dokumen “Piagam Madinah” yang didalamnya menyangkut antara lain wawasan kebebasan, terutama di bidang agama dan ekonomi, tanggung jawab social dan politik, serta pertahanan, secara bersama.

Di kota Madinah-lah, Nabi membangun masyarakat berperadaban berlandaskan ajaran Islam, masyarakat yang bertaqwa kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Semangat ketaqwaan yang dalam dimensi vertical untuk menjamin hidup manusia, agar tidak jatuh hina dan nista.

Inilah beberapa ciri-ciri daripada penganut prinsip masyarakat madani :

Ciri-Ciri Masyarakat Madani
  1. Menjunjung tinggi nilai, norma, dan hukum yang ditopang oleh iman dan teknologi.
  2. Mempunyai peradaban yang tinggi ( beradab ).
  3. Mengedepankan kesederajatan dan transparasi ( keterbukaan ).
  4. Free public sphere (ruang publik yang bebas)
Ruang publik yang diartikan sebagai wilayah dimana masyarakat sebagai warga negara memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik, warga negara berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul serta mempublikasikan pendapat, berserikat, berkumpul serta mempublikasikan informasi kepada publik.
  1. Demokratisasi
Menurut Neera Candoke, masyarakat sosial berkaitan dengan wacana kritik rasional masyarakat yang secara ekspisit mensyaratkan tumbuhnya demokrasi., dalam kerangka ini hanya negara demokratis yang mampu menjamin masyarakat madani. Demokratisasi dapat terwujud melalui penegakkan pilar-pilar demokrasi yang meliputi : 1) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 2) Pers yang bebas 3) Supremasi hokum 4) Perguruan Tinggi 5) Partai politik
  1. Toleransi
Toleransi adalah kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda. Toleransi merupakan sikap yang dikembangkan dalam masyarakat madani untuk menunjukan sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang atau kelompok masyarakat yang lain yang berbeda.
  1. Pluralisme
Pluralisme adalah sikap mengakui dan menerima kenyataan disertai sikap tulus bahwa masyarakat itu majemuk. Kemajemukan itu bernilai positif dan merupakan rahmat tuhan.
  1. Keadilan Sosial (Social justice)
Keadilan yang dimaksud adalah keseimbangan dan pembagian yang proporsional antara hak dan kewajiban setiap warga dan negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan.
  1. Partisipasi sosial
Partisipasi sosial yang benar-benar bersih dari rekayasa merupakan awal yang baik bagi terciptanya masyarakat madani. Partisipasi sosial yang bersih dapat terjadi apabila tersedia iklim yang memunkinkan otonomi individu terjaga.
  1. Supermasi hukum
Penghargaan terhadap supermasi hukum merupakan jaminan terciptanya keadilan, keadilan harus diposisikan secara netral, artinya tidak ada pengecualian untuk memperoleh kebenaran di atas hukum.

Itulah kenapa prinsip masyarakat madani sangat di inginkan oleh semua bangsa di dunia. Sekarang mari kita berandai-andai apabila bangsa yang kita duduki ini menganut prinsip masyarakata seperti itu, kita bisa bayangkan bangsa ini akan menjadi tentram dan damai. Sehingga cita-cita bangsa ini bisa tercapai.
Semoga aja yah... ^_^

Sumber : Google
»» READ MORE..

Sunday, 2 December 2012

Perkembangan Teknologi di Indonesia


Saat ini sudah abad ke-21, sebagian besar orang di dunia menyatakan abad ke-21 ini adalah zaman keemasan, zaman dimana semua menjadi sangat praktis, mudah dan fleksibel. Hal ini disebabkan karena perkembangan teknologi di dunia yang sangat marak. Beberapa perusahaan besar berkompetisi membuat sebuah teknologi baru yang mampu memudahkan penggunanya. Kompetisi tersebut mendukung adanya inovasi-inovasi baru dalam perkembangan teknologi yang terus menerus naik. Sebut saja yang sering kita dengar adalah “Komputer”, siapa orang yang tidak tahu kata ini, mesin yang dibuat untuk mempermudah manusia mengerjakan sesuatu. Teknologi merajalela di pasaran, termasuk di Indonesia. Saya akan memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi di Indonesia.

Apakah anda pernah mengenal mainan ini ?


Beruntunglah kalian yang pernah melihat dan memainkan permainan ini.

Anak pada zaman sekarang ini sudah tidak lagi melihat, bahkan memainkan permainan-permainan seperti gambar diatas. Terbukti pada gambar dibawah ini :


Inilah yang dimainkan anak-anak pada zaman sekarang.

Itulah salah satu contoh yang dapat anda lihat, contoh tersebut menyatakan bahwa perkembangan teknologi dalam kehidupan bermasyarakat yang begitu cepatnya.

Perkembangan teknologi yang sangat pesat bisa merubah kebudayaan bangsa, seperti yang saya contohkan diatas. Anak zaman sekarang tidak lagi memainkan permainan-permainan kita pada zaman dahulu, seperti contohnya apakah anda masih sering lihat anak yang bermain enggrang, yoyo kayu, bentengan, tap jongkok, galasin, dan lain-lain. Anak zaman sekarang lebih sering main di depan komputer memainkan permainan game online, seperti contohnya Lost Saga, Point Blank, Frozen Throne, dan lain-lain.

Saya mengambil contoh tersebut diatas, untuk menjelaskan dampak negatif perkembangan teknologi dalam kehidupan sosial masyarakat. Dapat terlihat seperti contoh yang saya perlihatkan diatas, seperti itulah perkembangan teknologi dalam kehidupan bermasyarakat. Pasti anda sekarang sering melihat anak SD yang kemanapun membawa handphone. Dibandingkan dengan dulu, kita hanya berjalan kemanapun berbuat sesuatu hal yang konyol. Untungnya masih ada generasi-generasi muda kita yang serius mempelajari tentang teknologi. Zaman sudah berkembang, memang permainan masa kecil kita sudah mulai menghilang, tapi dilain pihak kita juga harus mendukung perkembangan teknologi, agar kelak generasi-generasi muda kita dapat maju dan berkembang melebihi kita.

Kita juga tidak boleh kalah dengan negara-negara maju lainnya. Ingatlah, kita juga bisa seperti mereka. Kalaupun kita tidak bisa seperti mereka masih ada generasi-generasi muda yang akan menggantikan kita, lebih baik kita ajarkan generasi-generasi muda itu tentang teknologi, agar kelak Indonesia bisa ikut bersaing dalam Menciptakan dan Mengembangkan Teknologi-Teknologi Baru.

»» READ MORE..